iabetes Mellitus (DM) adalah suatu penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah atau hiperglikemia yang tidak wajar yang disebabkan oleh efek dari sekresi insulin, resistensi insulin atau keduanya. Indonesia berada diperingkat 7 diantara 10 negara dengan jumlah penderita 10,7 juta. Pada orang normal ditemukan glukosa di urine apabila telah mencapai ambang batas ginjal terhadap glukosa darah. Pada pemeriksaan glukosa darah dan urin ada hasil berbeda yaitu glukosa darah tinggi sedangkan glukosa urin negatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil antara kadar glukosa darah dengan glukosa urin pada pasien Diabetes Mellitus type NIDDM. Jenis penelitian Deskristif. Populasi pada penelitian ini 613 orang, sampel 50 dengan teknik quota sampling. Pengumpulan data diperoleh melalui pemeriksaan kadar glukosa sampel darah dengan alat Siemens Dimension Xpand PLUS dan Glukosa Urin dengan larutan Benedict. Hasil penelitian didapat Kadar glukosa darahnya 100% hiperglikemia >200mg/dl, nilai minimum kadar gula darah 204 mg/dl, nilai maxsimum kadar gula darah 592mg/dl, rata-rata kadar gula darah 335,18 mg/dl dan Hasil glukosa urin positif (+) 11 sampel,(++) 10 sampel, (+++) 22 sampel, positif (++++) 2 sampel dan urin negative (-) sebanyak 3 sampel. Simpulan terdapat perbedaan hasil hasil kadar glukosa sampel darah dan glukosa urin dimana ada sampel urin yang negatif pada pasien Diabetes Mellitus type NIDDM Disarankan saat melakukan pemeriksaan glukosa urin sebaiknya sampel yang digunakan yaitu urin pagi ataupun sampel urin yang pengambilannya berbarengan dengan pengambilan sampel darah penderita diabetes mellitus, agar hasil pemeriksaan lebih mudah dikontrol. Daftar Pustaka Indonesia ( 2016 – 2021). STI

Part of Perbedaan Kadar Glukosa Sampel Darah Dan Urin Pada Pasien Diabetes Melitus Type Niddm Di Laboratorium Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2022