Gambaran Kejadian Efek Samping KB suntik Cyclofem Pada Akseptor Aktif di Wilayah Kerja Klinik Heny Kasih, Medan Helvetia Tahun 2019
- Title
- Gambaran Kejadian Efek Samping KB suntik Cyclofem Pada Akseptor Aktif di Wilayah Kerja Klinik Heny Kasih, Medan Helvetia Tahun 2019
- Abstract
-
Indonesia sebagai salah satu negara berkembang membentuk program Keluarga Berencana (KB) untuk mengatasi masalah laju pertumbuhan penduduk. Program ini dilaksanakan dengan menggunakan kontrasepsi sebagai alat atau upaya untuk mencegah kehamilan. Efektivitas KB suntik/Cyclofem menurut (Mega, 2017) adalah KB suntik 1 bulan, adalah jenis suntikan KB yang diberikan 1 bulan sekali. Salah satu faktor yang mempengaruhi kesesuaian kontrasepsi yaitu efek samping. Efek samping dari kontrasepsi Cyclofem adalah adanya gangguan haid, berupa Siklus haid memenjang atau memendek, perdarahan banyak atau sedikit, perdarahan tidak teratur ataupun perdarahan bercak, tidak haid sama sekali.
Penggunaan jangka panjang akan terjadi defisiensi estrogen sehingga dapat menyebabkan kekeringan vagina, menurunkan libido, gangguan emosi, keputihan, jerawat, dan perdarahan/ perdarahan bercak (spotting), meningkat/menurunnya berat badan. Penelitian ini dilakukan untuk melihat efek samping penggunaan kontrasepsi di klinik Heny Kasih Medan Helvetia dengan metode total sampling dengan jumlah responden sebanyak 33. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari
33 responden yang mengalami efek samping gangguan haid paling banyak berjumlah 30 responden (90.09%), yang mengalami efek samping perubahan keputihan 29 responden (87.88%), yang mengalami perubahan libido berjumlah
31 responden (94.93%) dan yang mengalami efek samping berat badan 29 responden (87.88%). Setelah dilakukannya penelitian, umur dan lama penggunaan dari efek samping KB Cyclofem ini berpengaruh terhadap timbulnya efek samping. Efek samping paling banyak dialami oleh responden atau akseptor KB Cyclofem adalah gangguan haid dan perubahan libido. Disarankan bagi akseptor KB aktif Cyclofem atau Pasangan Usia Subur (PUS) yang mengalami efek samping, disarankan untuk mengganti alat kontrasepsi suntik Cyclofem dengan alat kontrasepsi AKDR atau KBA. - Creator
- Zebua, Jernih Anugerah W (STIKes Santa Elisabeth Medan, 2024)
- Date
- 2019
