Analisis Kadar Albumin Pra Dan Post Hemodialisa Pada Penderita Gagal Ginjal Kronik Di Ruangan Hemodialisa Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2022
Title
Analisis Kadar Albumin Pra Dan Post Hemodialisa Pada Penderita Gagal Ginjal Kronik Di Ruangan Hemodialisa Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2022
Abstract
Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan penurunan fungsi ginjalsecara progresif
sehingga tidak dapat mempertahankan hemostasis dalam tubuh, agar dapat
mempertahankan hemostasis dalam tubuh dilakukan tindakan hemodialisa pada
penderita gagal ginjal, untuk mengantikan fungsi kerja ginjal. Pemeriksaan albumin
adalah serum atau plasma yang diambil dari darah vena. Tujuan penelitian ini
untuk menganalisa kadar albumin pada pasien gagal ginjal kronik pre dan
post hemodialisa di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan. Metode penelitian
ini deskriptif. Populasi pada penelitian ini sebanyak 178 pasien dengan jumlah
sampel 64 responden. Metode yang digunakan untuk pemeriksaan kadar
albumin yaitu Bromocresol Green (BCG). Hasil penelitian didapat bahwa kadar
albumin pre hemodialisa pada pasien gagal ginjal kronik memiliki rerata sebesar
3,516. g/dL. Kadar albumin post tindakan hemodialisa memiliki rerata sebesar
3,053 g/dL. Berdasarkan pemeriksaan kadar albumin pada pasien gagal ginjal
kronik pre dan post hemodialisa didapatkan hasil kadar albumin mengalami
peningkatan dibatas normal. Dengan demikian, penderita gagal ginjal kronik yang
menjalani hemodialisa melakukan pemeriksaan kadar albumin darah untuk menghindari hipoalbumin dan rutin konsultasi gizi
Creator
Nadapdap, Elisa Putri (STIKes Santa Elisabeth Medan, 2024)