Uji Daya Hambat Air Perasan Buah Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia S.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Di Laboratorium Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth Medan Tahun 2025
Title
Uji Daya Hambat Air Perasan Buah Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia S.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Di Laboratorium Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth Medan Tahun 2025
Abstract
Staphylococcus aureus merupakan bakteri bergram positif berbentuk bulat, yang menyerupai buah anggur dimana bakteri ini menghasilkan toksin yang dapat merusak sel inang sehingga sering kali menunjukkan ketahanan terhadap sebagian jenis antibiotik. Solusi alternatif berbasis bahan alami yang diperlukan untuk menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus, salah satunya adalah air perasan buah jeruk nipis (Citrus aurantifoli S.), mempunyai senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, dan asam sitrat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kemampuan air perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia S.) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus di Laboratorium Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth Medan 2025. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain True eksperimen dengan rancangan penelitian Post test only control group design. Hasil zona hambat air perasan buah jeruk nipis dengan konsentrasi 25% = 4,5 mm (lemah), 50% = 6 mm (sedang), 75% = 8,4 mm (sedang), 100% = 12,2 mm (kuat) dan 0% = 0 mm dengan 5 kali pengulangan. Hasil uji stastistik One Way ANOVA menunjukkan bahwa uji daya hambat air perasan buah jeruk nipis terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus menunjukkan nilai (P=0,000), yang artinya (Ha) diterima yaitu ada daya hambat air perasan buah jeruk nipis pada pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa air perasan buah jeruk nipis (Citrus aurantifolia S.) memiliki kemampuan dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan berbagai konsentrasi air perasan buah jeruk nipis yang mengandung kandungan metabolit sekunder yang bersifat antimikroba yaitu Alkaloid dan Flavonoid
Creator
Telaumbanua, Mareanus (STIKes Santa Elisabeth Medan, 2026)