-
Title
-
Asuhan Keperawatan Medikal Bedah Pada Pasien Dengan Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Ruangan Laura Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2025
-
Abstract
-
Diabetes Melitus merupakan sekumpulan gangguan metabolik yang di tandai dengan peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia) akibat kerusakan pada skresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Diabetes merupakan penyebab utama kematian akibat penyakit, terutama karena tingginya angka penyakit kardiovaskular seperti infark miokard (MI), stroke, dan penyakit pembuluh darah perifer.(Brunner & Suddarth’s, 2018) Menurut Brunner & Suddarth (2028) Dua masalah utama yang terkait dengan insulin pada diabetes tipe 2 adalah resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin. Resistensi insulin mengacu pada penurunan sensitivitas jaringan terhadap insulin. Biasanya, insulin mengikat reseptor khusus pada permukaan sel dan memulai serangkaian reaksi yang terlibat dalam metabolisme glukosa.. Organisasi International Diabetes Federation (IDF) memperkirakan bahwa pada kelompok usia 20-79 tahun, terdapat 463 juta orang di dunia menderita diabetes pada tahun 2019 atau sama dengan 9,3% dari jumlah total penduduk pada usia tersebut. Di Asia Tenggara, dimana Indonesia salah satu negara di dalamnya, menempati peringkat ke-3 dengan jumlah penderita diabetes melitus sebesar 11,3%. Indonesia meraih peringkat 7 dari 10 jumlah penderita terbanyak dengan jumlah 10,7 juta orang . Prevalensi diabetes melitus meningkat dari 6,9% menjadi 10,9% pada penduduk usia ≥15 tahun (Widiasari et al., 2021).Berdasarkan dari Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) pada tahun 2018, jumlah penderita diabetes melitus tipe 2 di Provinsi Sumatera Utara mengalami peningkatan yang mana terjadi peningkatan sebesar 1,6% di Pakpak Barat, 1,2% di kota Medan, 1,5% di kota Tebing Tinggi, 1,3% di kota Padang Sidempuan, 1,3% di Mandailing Natal, dan 1,3% di kota Pematang Siantar. Peningkatan jumlah penderita diabetes melitus tipe 2 ini disebabkan oleh kurangnya kontrol glukosa darah dari penderitanya (Hutasuhut & Siregar, 2024).Masalah keperawatan yang sering timbul pada chronic kidney disease (CKD) cukup kompleks, yang meliputi : Ketidakstabilan kadar glukosa darah berhubungan dengan hiperglikemia , Hipertemia berhubungan dengan proses penyakit dan pola nafas tidak efektif berhubungan dengan penurunan energi. Maka dari itu tindakan yang dilakukan yaitu dengan senam kaki diabetes yang bertujuan untuk memperbaiki sirkulasi darah sehingga nutrisi ke jaringan lebih lancar, memperkuat otot-otot kecil, otot paha serta otot betis dan dapat mengatasi keterbatasan gerak sendi yang dialami oleh pasien
-
Creator
-
Pasaribu, Ony Kristin Natalia (STIKes Santa Elsiabeth Medan, 2026)
-
Contributor
-
Karya Ilmiah Akhir
-
Date
-
2025