-
Title
-
Asuhan Keperawatan Medikal Bedah Dengan Gangguan Sistem Pernapasan Pneumonia Pada Nn. H Di Ruang Pauline RS Santa Elisabeth Medan
-
Abstract
-
Pneumonia merupakan infeksi akut pada paru-paru yang dapat menyebabkan gangguan oksigenasi serius hingga kematian, terutama pada lansia yang mengalami penurunan fungsi organ dan daya tahan tubuh. Berdasarkan data WHO dan Kementerian Kesehatan RI, pneumonia merupakan penyebab utama kematian akibat infeksi di dunia. Di Indonesia, tercatat lebih dari 300 ribu kasus pneumonia dengan tingkat kejadian tertinggi di provinsi Sumatera Utara, dan kota Medan sebagai penyumbang terbanyak. Penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk menerapkan asuhan keperawatan secara sistematis kepada pasien dengan gangguan sistem pernapasan pneumonia melalui lima tahapan: pengkajian, penetapan diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan tindakan, dan evaluasi. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada pasien bernama Nn. H, seorang lansia berusia 80 tahun, yang dirawat di ruang Pauline Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan pada tanggal 24–26 Maret 2025. Pasien datang dengan keluhan sesak napas, batuk berdahak berwarna kuning, demam naik-turun, serta sulit tidur karena sesak yang mengganggu. Pemeriksaan fisik menunjukkan suhu tubuh 38,6°C, frekuensi napas 26x/menit, penggunaan otot bantu napas, serta adanya ronchi pada paru-paru. Diagnosa medis yang ditegakkan adalah bronkopneumonia. Berdasarkan pengkajian keperawatan, penulis mengidentifikasi beberapa diagnosa keperawatan utama, yaitu: (1) bersihan jalan napas tidak efektif, (2) hipertermia, (3) gangguan pola tidur, dan (4) intoleransi aktivitas. Selain itu, terdapat diagnosis defisit nutrisi yang tidak dijadikan prioritas karena kondisi pasien yang stabil secara metabolik. Setiap diagnosa ditindaklanjuti dengan perencanaan intervensi keperawatan sesuai standar SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) dan ditujukan untuk mengatasi gejala serta mendukung proses penyembuhan pasien. Intervensi keperawatan yang dilakukan antara lain adalah manajemen jalan napas dengan menjaga posisi semi-fowler, melakukan penghisapan sekret bila diperlukan, memberikan oksigen tambahan, dan edukasi hidrasi adekuat. Untuk penanganan hipertermia, dilakukan pengukuran suhu rutin, pemberian kompres hangat, pemberian cairan oral, dan pemantauan keseimbangan cairan. Bersihan jalan nafas ditangani dengan observasi pola napas, pemberian oksigen,fisiotherapi dada serta teknik batuk efektif. Seluruh tindakan dilakukan melalui
kerja sama interprofesional termasuk dokter dan ahli gizi untuk pengobatan dan pemenuhan kebutuhan nutrisi pasien. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kondisi pasien mengalami perbaikan setelah tiga hari perawatan. Gejala demam menurun, bersihan jalan napas membaik, saturasi oksigen stabil, dan pasien mampu beristirahat lebih baik. Evaluasi dilakukan berdasarkan metode SOAP yang mengacu pada data subjektif dan objektif, dibandingkan dengan target hasil dalam perencanaan. Evaluasi menyeluruh ini juga membantu dalam menentukan efektivitas intervensi serta menyusun rencana tindak lanjut perawatan setelah pasien keluar dari rumah sakit. Kesimpulan dari karya ilmiah ini adalah bahwa pemberian asuhan keperawatan berbasis proses keperawatan pada pasien pneumonia terbukti mampu meningkatkan kualitas hidup pasien dan mempercepat proses penyembuhan.
Peran perawat sangat penting dalam proses pengkajian awal yang tepat, kolaborasi dengan tim medis, serta edukasi pasien dan keluarga. Disarankan agar perawat terus meningkatkan kemampuan klinis dan komunikasi terapeutik dalam penanganan kasus pneumonia, khususnya pada kelompok lansia. Selain itu, rumah sakit juga diharapkan memberikan pelatihan rutin kepada perawat mengenai penanganan pneumonia dan penyakit infeksi saluran pernapasan lainnya sebagai bagian dari peningkatan mutu layanan keperawatan
-
Creator
-
Sihotang, Resdiadur Bintang (STIKes Santa Elisabeth Medan, 2025)
-
Date
-
2024
-
Description
-
Karya Ilmiah Akhir