-
Title
-
Asuhan Keperawatan Gerontik Pada Ny. S Dengan Masalah Gangguan Memori Di Yayasan Pemenang Jiwa Sumatera Tahun 2025
-
Abstract
-
Gangguan memori adalah perkembangan memori pada lansia dapat mengalami kemunduran terutama dalam perkembangan kemampuan mental, termasuk kehilangan memori, disorientasi dan kebingungan dan penurunan fungsi kognitif yang terjadi pada lanjut usia dapat berlanjut menjadi gangguan demensia vaskuler maupun alzheimer disease apabila tidak ditangani dengan baik (Delia et al.,2022). Untuk itu kasus ini menarik untuk dibahas agar dapat meningkatkan
efektivitas gangguan memori pada lansia, Metode dalam karya ilmiah akhir ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan gerontik dengan masalah Gangguan Memori di Yayasan Pemenang Jiwa Sumatera. Di dalam teori didapatkan 5 diagnosa yang dimana gangguan memori, kesiapan peningkatan manajemen kesehatan, gangguan mobilitas fisik, pemeliharaan kesehatan tidak efektif, resiko jatuh. Penulis mengangkat 1 diagnosa keperawatan yang dimana gangguan memori dengan data pengkajian dan hasil observasi yang dilakukan penulis pada pasien. Adapun intervensi yang telah dilakukan penulis pada pasien selama 3x 24 jam dimana penulis menyesuaikan dengan landasan teori dan berdasarkan SLKI dari SLKI yang ada kaitannya dengan kondisi beberapa yang telah direncakan semua seperti mengidentifikasi masalah memori yang muncul, melaksanakan
perencanaan dalam metode mengajar yang sesuai kemampuan pasien, mengajarkan teknik memori dengan terapi bermain puzzle, senam otak dan memindahkan bola, monitor perilaku dan perubahan memori selama terapi yang
diberikan. Adapun evaluasi yang telah dilakukan pada pasien yang dimana: Ny. S mengatakan merasa mudah lupa dan sulit mengingat nama orang lain, masih lupa tanggal, hari kecamatan, desa jam, tanggal lahir, umur dan alamat, tidak mampu mempelajari keterampilan baru seperti memindahkan bola, menyusun puzzle dan melakukan senam otak, tampak kebingungan menjawab pertanyaan MMSE DAN SPMSQ, tampak lupa dengan tanggal, hari, tampak tidak mampu memindahkan bola sesuai warna, tampak tidak mampu menyusun puzzle, tampak lupa melakukan kegiatan senam otak, belum paham mengenai urutan senam otak, sehingga evaluasi gangguan memori hari pertama belum teratasi. Hari kedua bahwa Ny. S mengatakan masih belum bisa mengingat tanggal, hari, bulan, umur, alamat dan sudah mulai mengingat nama mahasiswa, tidak mampu mempelajari keterampilan baru seperti menyusun puzzle dan melakukan senam otak, lupa mengikuti kegiatan senam yang telah dijadwalkan setiap pagi, tampak masih lupa menyebutkan umur, alamat dan sudah mulai mengingat nama mahasiswa, tidak mampu menyusun puzzle, tampak mulai mampu mempelajari gerakan tangan
kanan dan tangan kiri secara bergantian, gerakan jempol dan kelingking, belum teratasi. Hari ketiga bahwa Ny. S mengatakan mulai mengingat tanggal, hari, bulan dan nama mahasiswa, tampak bisa berkonsentrasi mengikuti permainan
puzzle, tampak mulai mengikuti gerakan tangan kanan dan kiri secara terbuka tertutup, mengepal tangan kanan dan tangan kiri secara bergantian, gerakan jempol dan kelingking terasi sebagian.Dari diagnosa yang didapatkan kasus terdapat kesenjangan yang dimana di dalam teori tidak ada didapatkan gangguan mobilitas fisik, kesiapan peningkatan manajemen kesehatan, pemeliharaan kesehatan tidak efektif karena sesuai dengan hasil data pengkajian MMSE dan SPMSQ yang didapatkan penulis yaitu gangguan memori. Menurut asusmsi penulis diagnosa gangguan mobilitas fisik, kesiapan peningkatan manajemen kesehatan, pemeliharaan kesehatan tidak efektif karena pasien masih mampu kekuatan ototnya , mandi, berpakaian, kekamar kecil, berpindah, kontinen (BAB dan BAK) secara mandiri
-
Creator
-
Telaumbanua, Yullyani Fransiska (STIKes Santa Elisabeth Medan, 2025)
-
Date
-
2024
-
Description
-
Karya Ilmiah Akhir