Gambaran Karakteristik Ibu Bersalin Dengan Sectio Caesarea Di Rumah Sakit Umum Daerah Gunungsitoli Tahun 2020
- Title
- Gambaran Karakteristik Ibu Bersalin Dengan Sectio Caesarea Di Rumah Sakit Umum Daerah Gunungsitoli Tahun 2020
- Abstract
-
Persalinan adalah suatu peroses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup di dalam uterus melalui vagina ke dunia luar. Sectio Caesarea di definisikan sebagai lahirnya janin melalui insisi di dinding abdomen (laparatomi) dan dinding uterus atau histerektomi. Persalinan dengan sectio caesarea berisiko kematian 25 kali lebih besar dan berisiko infeksi 80 kali lebih tinggi dibanding persalinan pervaginam. Persalinan sectio caesarea di negara-negara berkembang maupun di Indonesia mengalami peningkatan. Persalinan Sectio Caesarea dilakukan tidak hanya dengan indikasi medis tetapi juga non medis. Di Indonesia sectio caesarea umumnya dilakukan bila ada indikasi medis tertentu, sebagai tindakan mengakhiri kehamilan dengan komplikasi. Selain itu sectio caesarea juga menjadi alternatif persalinan tanpa indikasi medis karena dianggap lebih mudah dan nyaman. Sectio cesareasebanyak 25% dari jumlah kelahiran yang ada dilakukan pada ibu-ibu yang tidak memiliki resiko tinggi untuk melahirkan secara normal maupun komplikasi persalinan lain. Tujuan penelitian ini untuk melihat karakteristik ibu bersalin dengan indikasi sectio caesarea berdasarkan umur, pekerjaan, pekerjaan, paritas dan indikasi persalinan. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan populasi sebanyak 171 ibu bersalin yang dilakukan tindakan sectio caesarea dan semua diambil jadi sampel (total sampling). Hasil penelitian berdasarkan umur Mayoritas berumur 20-34 tahun sebesar 79,53% dan minoritas berumur <20 tahun sebanyak 1,16.%, berdasarkan pekerjaan mayoritas pada ibu wiraswasta sebesar 42,69% dan minoritas pada Pegawai Negeri Sipil sebesar 7,01%, berdasarkan pendidikan mayoritas pada ibu berpendidikan perguruan tinggi sebesar 54,38% dan minoritas pada SD sebesar 0,58%, berdasarkan paritas mayoritas pada ibu P>2 sebanyak sebesar 67,25% dan minoritas pada P0 sebesar 0% dan berdasarkan indikasi mayoritas atas permitaan sendiri sebesar 33,91% dan minoritas oligohidramion sebesar 4,67%. Diharapkan kepada Pihak Rumah Sakit Umum Daerah Gunungsitoli dan tenaga kesehatan diharapkan untuk
mempertimbangkan indikasi sectio caesarea agar dapat dihindarkan persalinan dengan sectio caesarea tanpa indikasi medis. Meningkatkan antenatal care untuk menurunkan kematian bayi dan melengkapi data-data yang berkaitan dengan riwayat obstetri - Creator
- Telaumbanua, Sukma Debora (STIKes Santa Elisabeth Medan, 2024)
- Date
- 2020
